Sabotase Diri

Apaaaa???
Mungkinkah seseorang menyabotase kesuksesannya sendiri? Rasanya tak masuk akal, betul?
Tapi  sepanjang karier saya sebagai Coach, kenyataan itulah yang terjadi.  Seseorang akan melakukan kekonyolan yang membuat suksesnya tertunda, gagal atau menjauh dari dirinya padahal sudah didepan  mata atau bahkan sudah mulai digenggam.

Biasanya ini membentuk pola yang berulang. Anda yang pernah mengalaminya pasti  akan langsung mengangguk-anggukan kepala saat membaca paragraf ini. 🙂

Sabotase diri terjadi karena sebuah sebab tertentu yang Anda takutkan bakal terjadi jika sukses yang Anda raih lebih besar lagi.

Saya mengenal Seorang perempuan yang memulai  bisnisnya sendiri, ia sangat yakin dengan strateginya sampai akhirnya saat bisnis  yang dirintisnya mulai meledak, suaminya mengatakan akan melepas pekerjaannya di perusahaan lain dan akan bergabung dengan perusahaan yang dibangun istrinya.

Saat itu juga istrinya mengatakan bahwa jangan lepas dulu karena bisnis yang dirintisnya belum stabil. Dan suaminya mengatakan bahwa jika sampai pada omzet tertentu berhasil diraih dengan konsisten maka ia akan mengundurkan diri dari  perusahaannya dan bergabung dengan istrinya.

Sang istri merasa risih kalau ada suaminya di dalam perusahaannya. Ia lebih  suka mengatur semuanya sendiri. Dan begitu mendengar suaminya mengatakan seperti itu maka ia pun mengalami konflik. Ia takut jika omzetnya  terus meledak maka suaminya akan masuk ke perusahaannya namun jika tidak, maka ia tak akan berkembang.

Tak lama setelah itu omzetnya merosot lagi. Jika ini terjadi sekali saja maka bisa disebut kebetulan namun jika terjadi berkali-kali itu bukanlah sebuah  kebetulan.

Setiap kali omzet menunjukkan angka tertentu maka pasti penjualannya merosot hingga tiga kali lipatnya. Kemudian tak lama lagi merangkak naik dan  sampai angka tertentu yang sama melorot lagi hingga tiga kali lipatnya. Terus terjadi seperti itu.  Sabotase diri terjadi!!

Setiap potongan sabotase diri  yang tidak Anda sadari adalah  berasal dari ketakutan. Ketakutan adalah akar  dari semua tekanan atau  stress.

Ibarat pohon, ketakutan itu adalah akarnya dan dia bisa  bermanifestasi menjadi berbagai  bentuk emosi lainnya seperti  kemarahan, frustasi, mudah  tersinggung dan sebagainya.

Semuanya berasal dari  ketakutan.

Perlu Anda ketahui  banyak sekali terjadi ketakutan ketakutan di dalam diri saat  Anda dalam proses mewujudkan  kesuksesan.

Pertanyaannya, apa selama ini yang men sabotage kesuksesan anda saat ini?
Apa yang membelenggu pikiran anda, sehingga ia menghambat kesuksesan anda?
#copas nasehat seorang coach

Iklan
Tagged with:
Ditulis dalam Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: